Markas PMI Kota Padang

Silahkan hubungi kami di Jl.Terandam III No 27 B Kota Padang - Sumatera Barat - Indonesia

pmi_cabang_padang@yahoo.com pmi.cabang.padang@gmail.com

telp : 0751. 7876151

fax : 0751. 33624

Life For Humanity

Dengan memegang tujuh prinsip palang merah dan bulan sabit merah internasional, kami dedikasikan diri untuk membantu kemanusiaan.

Hari Relawan 2009, Bangkitlah Sumbar

Sudah hampir 2 bulan pasca gempa bumi yang melanda ranah minang tanggal 30 September 2009. Banyak cerita duka yang menyelimuti bencana tersebut, dan juga banyak cerita heroik dibalik kisah-kisah korban dan juga para relawan. Semuanya terangkum dalam sebuah catatan tersendiri bagi masyarakat di sumatera Barat.


Tanggal 30 september 2009 tanpa disangka-sangka memiliki arti baru bagi Sumatera Barat, sebelumnya semua orang di Indonesia mengenal tanggal tersebut sebagai sebuah hari yang melahirkan gerakan pemberontakan yang cukup besar di Indonesia ini....Gerakan 30 september (G30S/PKI).


Tanggal 30 september juga memiliki arti baru bagi para relawan dan volunter yang mendedikasikan dirinya saat penanganan bencana tersebut. Tanggal 30 september para relawan lokal yang tergabung di Palang Merah dan juga beberapa organisasi kemanusiaan lainnya berangkulan tangan untuk memberikan kontribusi terhadap para korban yang masih tertimbun reruntuhan. Empat hari pasca gempa, beberapa NGO dan juga organisasi kemanusiaan di Indonesia mengarahkan kegiatan kepada rekonstruksi dan distribusi bantuan. Sampai saat ini proses penanganan rekonstruksi masih berjalan. Bantuan masih didistribusikan, kegiatan penguatan psikologi, pembangunan rumah hunian sementara dan banyak lagi kegiatan lainnya yang masih tetap dilakukan. Kegiatan yang dilakukan tersebut di prediksikan akan masih terus berjalan 6 bulan kedepan.


Ada sedikit kekecewaan yang terasa oleh para relawan, status bencana daerah yang ditetapkan oleh pemerintah pusat menjadi sebuah polemik dan memberikan efek psikologi bagi penanganan bencana tersebut. "Apakah karena kurangnya angka korban yang mati, atau kurangnya fisik bangunan yang rusak" yang mengakibatkan status tersebut ". Itulah beberapa selentingan-selentingan komentar yang sering kita dengar di masyarakat.


Semoga apa yang telah sama-sama dilakukan oleh relawan dan juga pemerintah dalam rangka mengembalikan kondisi kehidupan masyarakat di Sumatera barat bisa memberikan dampak positif, dan memiliki tempat sendiri di hati masyarakat.


Kita kembali kepada Peringatan hari relawan 2009, Hari relawan 2009 sengaja di tetapkan oleh pemerintah sebagai apresiasi terhadap ribuan relawan yang bertugas pada waktu bencana tsunami yang melanda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004. Tanggal tersebut dijadikan sebagai hari yang akan selalu diingat oleh masyarakat terhadap bantuan tanpa pamrih yang dilakukan oleh relawan di pusat-pusat bencana di Aceh.


Dengan momentum hari relawan ini, kita berharap Indonesia selalu di berikan kemudahan dan juga dijauhkan dari bencana yang mengancam, dan semoga semua relawan yang ada di Indonesia bisa selalu memberikan dampak positif bagi masyarakat.


Dan khusus untuk Sumatera Barat, semoga Sumbar kembali bangkit.......dan semua pihak bisa merampungkan pekerjaan pasca bencana tanpa ada polemik dan konflik. Melalui semangat hari relawan, mari kita jadikan pekerjaan kemanusiaan ini menjadi sebuah tugas akhirat yang akan diberikan imbalan oleh yang maha kuasa.....


"Selamat Hari Relawan bagi seluruh relawan di Indonesia"

Selamat Datang di PMI untuk Bapak JK


Selamat kepada Bapak HM Jusuf Kalla yang telah terpilih menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) untuk periode 2009-2015. Beliau terpilih pada Musyawarah Nasional Ke-19 PMI yang diselenggarakan di Jakarta 22 Desember 2009.


Terimakasih yang tak terhingga kami ucapkan kepada Bapak Marie Muhammad yang telah mendedikasikan dirinya kepada PMI sampai periode ini. Beliau telah memberikan suasana baru bagi kepalangmerahan di Indonesia, semoga segala sumbangsih pikiran dan juga tenaga serta materi yang diberikan kepada PMI bisa lebih memajukan PMI kedepan.


Dan untuk Pak JK, banyak tugas dan tanggung jawab yang besar yang menunggu tangan cekatan beliau. Berbagai kemungkinan bencana yang merongrong seluruh negeri di berbagai daerah di Indonesia menjadi prioritas awal yang harus disikapi secara sigap. Kami semua yakin dan berharap lebih dengan terpilihnya pak JK, semoga dengan ketegasan yang menjadi simbol dari kepemimpinan Pak JK bisa mempercepat proses penanganan bencana dan juga berbagai macam kegiatan kepalangmerahan lainnya di Indonesia.


Kami segenap Pengurus beserta relawan PMI Cabang Kota Padang mengucapkan


"SELAMAT ATAS TERPILIHNYA BAPAK M. JUSUF KALLA, DAN SELAMAT MENJALANKAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA"


DAN


"TERIMA KASIH ATAS PENGABDIAN YANG TELAH DIBERIKAN OLEH BAPAK MARIE MUHAMMAD "


Semoga Palang Merah Indonesia bisa selalu memiliki tempat dan memberikan kontribusi positif bagi penanggulangan bencana di Indonesia dan juga di dunia Internasional.

Bantuan "Keceriaan" dari Tim PSP PMI Cabang Kota Padang





Bencana Gempa yang melanda Kota Padang pada tanggal 30 September 2009 telah mencatatkan korban ribuan jiwa dan juga kerusakan serta kerugian materil yang cukup besar. Kerusakan sangat merata di beberapa daerah di Kota Padang, Pariaman, Agam, dan juga beberapa daerah lainnya di Sumatera Barat. Kerusakan konkrit yang terjadi bisa kita lihat secara nyata dengan kedua belah mata, akan tetapi ada kerusakan yang sangat sulit dideteksi dengan kasat mata. Kerusakan tersebut mengarah kepada mental dan psikologi masyarakat yang juga ikut terguncang oleh hebatnya dampak bencana gempa tersebut. Salah seorang anggota keluarga ikut menjadi korban, rumah yang telah rata dengan tanah, bantuan yang belum kunjung datang, kesehatan yang sudah mulai terganggu dan banyak lagi hal lain yang bisa memberikan efek kepada gangguan mental dan psikologi masyarakat yang terjadi pasca gempa melanda.





Menyikapi kondisi ini, PMI Cabang Kota Padang melalui Program Psychosocial Supporting Program atau yang lebih dikenal dengan "PSP" menggalang kekuatan dari relawan-relawan untuk memberikan bantuan dari sisi kejiwaan. Kegiatan ini telah dilakukan pada minggu pertama setelah gempa melanda Kota Padang. Kegiatan difokuskan untuk menumbuhkan kembali keceriaan yang mulai pudar di mata anak-anak dan juga sedikit menghilangkan kepenatan pikiran dalam menghadapi kondisi pasca bencana bagi masyarakat.





Program-program yang telah dilakukan sampai saat ini masih diprioritaskan kepada anak-anak, karena anak-anak merupakan sosok yang sangat rentan mengalami gangguan kejiwaan/psikologi  karena bencana. Banyak anak-anak yang masih takut masuk sekolah karena melihat sebagian bangunan sekolahnya rubuh, banyak anak-anak yang tidak nyaman bersekolah di dalam tenda-tenda dikarenakan panasnya cuaca. Tim PSP PMI Cabang Kota Padang pada awalnya mulai mendata beberapa sekolah yang masih mengalami kesulitan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Disinilah peran relawan PSP sangat dibutuhkan, karena pendekatan yang dilakukan lebih mengarah kepada psikologi dengan menggunakan teknik-teknik yang bukan teknik konvensional akhirnya murid-murid PAUD/TK/SD kembali mau belajar di dalam kelas dan mau kembali serius menerima bahan ajaran dari gurunya.





Berikut beberapa lokasi kegiatan yang telah dilakukan oleh Tim PSP PMI Cabang Kota Padang yang di prioritaskan kepada anak-anak :





1.        SDN 25 dan 28 Kel.Purus Kec. Padang Barat
2.        SDN 23 dan 24 Kel. Purus Kec. Padang Barat
3.        PAUD Lubeg Jalan Lubuk Begalung belakang Masjid Nurul Huda
4.        TK Pembina Marapalam, jalan Lubuk Begalung Komp. Pemda
5.        TK Aisyiayah 19 Lubuk Lintah Kec. Kuranji
6.        SD Negeri 11 Ampang Kec. Kuranji Kamp. Kalawi
7.        PAUD Melati Jalan Tepi Bandar Bekali Sawahan Timur Kec. Padang Barat
8.        SD Negeri 12 Jl. Pulau Talena 1 Kampung Lapai Kec. Nanggalo Padang
9.        SD Negeri 18 Jl. Pulau Talena 1 Kampung Lapai Kec. Nanggalo Padang 
10.     SD Negeri 12 Ulak Karang Utara  
11.     SD Negeri 27 Ulak Karang Utara
12.     SD Negeri 29 Ulak Karang Utara Jalan Bunda Raya Kec. Padang Utara
13.     SD Negeri 26 Kel. Air Tawar Timur Kec. Padang Utara jalan Pinang Sori 1 Kota Padang
14.     SD Negeri 28 Kel. Air Tawar Timur Kec. Padang Utara jalan Pinang Sori 1 Kota Padang
15.     Dan beberapa sekolah lainnya



Selain kepada anak-anak, Tim PSP PMI Cabang Kota Padang juga memberikan pencerahan-pencerahan kepada masyarakat yang juga terdampak oleh bencana ini. Ada beberapa kegiatan yang telah kita angkatkan  seperti Senam Lansia dan juga Pengajian rohani dengan mendatangkan buya. Hal ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, selama ini masyarakat disibukkan dengan mengurusi rumahnya masing-masing....dengan Senam Lansia yang diadakan, mereka kembali bisa berkumpul dan bersenda gurau antara tetangga dan bisa melupakan kepenatan pikiran akibat rumah mereka yang hancur. Selain itu, Mesjid dan mushalla yang semenjak gempa mulai kurang didatangi jema'ah, melalui program pengajian yang dilakukan bisa memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan, sehingga Mesjid dan Mushalla pun sudah kembali bisa diramaikan oleh pengajian-pengajian rutin, seperti yang dilakukan di RT 5 RW II Kurao Pagang Kec. Nanggalo Padang.





Kedepan, Tim PSP PMI Cabang Kota Padang memiliki agenda kegiatan yang akan di arahkan kepada kegiatan-kegiatan massal. Kami berencana akan mengadakan senam massal, jalan santai dan juga tablik akbar yang akan dipusatkan di beberapa daerah-daerah strategis di Kota Padang seperti di GOR H. Agus Salim, Imam Bonjol dan lokasi lainnya. Selai itu ada ide nyeleneh yang juga sempat terpikirkan oleh relawan, kami akan menyewa beberapa pakaian badut yang nantinya akan dipakai oleh relawan berputar-putar keliling kota Padang dengan prediksi bahwa "Melalui media badut ini kami akan  mencoba mengembalikan senyum di setiap wajah orang minang di Kota Padang ini"



















Tim PSP PMI Cabang Kota Padang :
1. Bukhari Halim
2. M. Najippudin, S.Sos.I
3. Alfi Syukria
4. Zia Rahayu
5. Nofridawati
6. Siti Rabiatun
7. Suharjono, S. Pd
8. Marzani
9. Slamet Heri



Mobil Adventure PMI Cabang Kota Padang


 















Sang Ambulance's Adventure


Ini sedikit cerita seru mengenai kendaraan favorit dari relawan-relawan PMI Cabang Kota Padang. Saat ini ada 2 (dua) unit Mobil yang dipergunakan oleh markas PMI cabang Kota Padang dalam operasional kegiatan, baik disaat siaga maupun disaat bencana. Mobil tersebut adalah 1 (satu) unit Suzuki APV dan 1 (satu) unit mobil ambulance L-300 tahun 1980-an.
























Mobil APV disaat bencana Gempa di Solok dan Padang Panjang 'Maret 2007



Tapi yang menjadi mobil favorite dari relawan di PMI cabang Kota Padang sampai saat ini adalah mobil Ambulance Putih. Hal ini dikarenakan oleh kekayaan nilai historis yang melekat pada mobil tersebut sampai saat ini, Apapun bencana yang terjadi khususnya di Kota Padang dan di kawasan Sumbar....Mobil ini selalu siap untuk beroperasi. Tragedi Bukit Lantiak yang memakan puluhan orang Korban juga menjadi bukti dedikasi mobil ini, setiap korban yang ditemukan langsung di evakuasi dengan mobil ini.



 















Performance ambulance saat droping bantuan gempa


Akan tetapi dipenghujung umur yang telah memperngaruhi performance dan kekuatan mobil, si ambulance saat ini tidak begitu difungsikan sebagai ambulance, dan hanya digunakan untuk memobilisasi relawan dan juga mendroping bantuan ke lokasi.


Sampai saat ini Posoko Tanggap bencana PMI Cabang Kota Padang masih melakukan upaya rehabilitasi dan memberikan bantuan kepada korban bencana Gempa 30 September 2009. Mobil ini merupakan salah satu instrumen kesuksesan para relawan dalam bergekiatan, karena dengan deru mobil yang terseok-seok dan panjangnya dan sulitnya daerah yang akan ditempuh tidak menjadi halangan bagi mobil ini.


 















Penyerahan bantuan kepada masyarakat


Selain dipakai sebagai mobil operasional Gempa, ambulance ini juga dimanfaatkan secara maksimal oleh UTDC PMI Cabang Kota Padang sebagai Mobil Unit yang memobilisasi tenaga dan perelengkapan Transfusi daerah ke beberapa lokasi di Kota Padang dan Di Sumatera Barat. Apalagi pasca gempa yang melanda, kebutuhan darah untuk kawasan Kota Padang selalu kurang dan tidak mencukupi sehingga diperlukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat serta instansi untuk mau mendonorkan darahnya. Sudah beribu kantong Darah yang telah dibawa oleh mobil ini.......


Sedemikian sibuknya rutinitas dari mobil yang sudah tergolong uzur ini, akan tetapi tidak terlihat raut kelelahan untuk tetap menjalankan tugasnya...(lumayan puitis....hehehe).


Yang terlihat hanya biaya perbaikan rutin yang dikeluarkan berjuta-juta jumlahnya, dan tidak ada lagi acesoris yang melekat ditubuh mobil tersebut sebagai perhiasan yang bisa memperindah penampakannya. Tidak ada lagi keramahan dari sopir dan penumpang terhadap segala peralatan di dalam mobil tersebut, seperti pintu yang harus di dorong kuat-kuat sampai menimbulkan bunyi yang keras, bau mesin dan asap knalpot yang masuk ke dalam kabin mobil, handle perseneling yang mesti beradu dulu dengan dashboard sebagai tanda perseneling telah masuk dan bisa kembali tancap gas, sopir yang mesti berhati-hati jika kondisi jalan tergenang air karena akan mengakibatkan kualitas pengereman akan sedikit terganggu, dan banyak lagi hal lainnya yang membuat mobil ini kurang dihargai.


Akan tetapi mobil ini akan selalu dan tetap dicintai oleh seluruh relawan yang berkegiatan di PMI Cabang Kota Padang, tidak memandang kerusakan,ketidaknyamanan dan segala macam kekurangan yang dimilikinya.....mobil ini telah mencatatkan sejarah tersendiri bagi Relawan dan PMI Cabang Kota Padang.

Tim Assesment PMI Cabang Padang Mulai Memfinalkan Data


Data sekunder yang berasal dari data yang dikumpulkan oleh tim asessment dari kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Padang menjadi data acuan bagi tim asessment dalam melakukan verifikasi data korban gempa. Data ini diperoleh tim asessment berkat keaktifan dan pergerakan petugas kelurahan dalam mendata korban-korban pada kelurahannya. Kegiatan pengambilan data sekunder ini telah dilakukan semenjak tanggal 01 Oktober 2009 dengan melibatkan beberapa orang relawan yang pada saat itu bergabung dengan PMI Daerah.

Data Sekunder yang terkumpul oleh Tim Assesment PMI Cabang Kota Padang per tanggal 31 Oktober 2009 adalah sebagai berikut :


Kecamatan
 RB
 RS
 RR
 Jumlah
Koto Tangah
    7,191
    8,432
    7,566
  23,189
Kuranji
    4,990
    4,749
    4,753
  14,492
Lubuk Begalung
    4,976
    5,305
    6,506
  16,787
Nanggalo
    2,787
    1,911
    1,468
    6,166
Padang Utara
    2,666
    3,036
    3,102
    8,804
Lubuk Kilangan
    2,441
    2,098
    2,315
    6,854
Padang selatan
    2,436
    2,535
    2,887
    7,858
Padang Barat
    2,160
    2,202
    2,399
    6,761
Padang Timur
    1,670
    3,087
    3,395
    8,152
Bungus Teluk Kabung
    1,151
    1,044
    1,219
    3,414
Pauh
    1,126
    1,426
    2,005
    4,557
TOTAL 
  33,594
  35,825
  37,615


Data sekunder yang diperoleh tersebut akan kembali di verifikasi oleh tim, proses verifikasi dilakukan dengan mendatangi langsung RW dan RT dimana lokasi rumah yang rusak. Romadi yang merupakan Koordinator tim Assesment menyatakan bahwa teknik door to door menjadi salah satu teknik jitu yang harus diterapkan oleh tim untuk melihat kondisi riil korban, walaupun memakan waktu yang cukup lama akan tetapi strategi ini harus dilakukan demi memperoleh data valid di lapanngan.
Diharapkan kepada seluruh masyarakat dan perangkat pemerintah mulai dari Lurah, RW, RT untuk bisa memberikan data yang benar dan juga membantu dalam mevalidasi data yang telah ada.



Operasional Posko Tanggap Darurat PMI Cabang Padang

Pengurus PMI Cabang Padang pada tanggal 11 Oktober 2009 memutuskan untuk pembentukan Tim Posko Tanggap Darurat Gempa Sumbar 2009 PMI Cabang Kota Padang yang berisi relawan-relawan PMI cabang Kota Padang. Kakanda Suherman Lubis didaulat menjadi Komandan Posko dan dibantu sepenuhnya oleh Hamdani, SHi sebagai wakil Komandan Posko.

Secara teknis, posko akan dibantu oleh beberapa bidang untuk mempermudah operasional kegiatan, susunan pengurus selengkapnya adalah :

Penanggung Jawab        : Drs. H. Muchlis Sani selaku Ketua PMI Kota Padang
Pengarah                      : H. Herman, SE
                                       Ramli Parna
                                       Ir. Masri Saun, MBA

Komandan Posko            : Suherman Lubis
Wakil Komandan             : Hamdani, SHI
Koordinator Lapangan     : Nofitri Yardi
Bidang Infokom/Humas    : Afriwaldi

Bidang Keuangan             : Rifka Abadi, SE, MM
Bidang Administrasi          : Ayu Marta Mulia, A.Md
Bidang Personil/Relawan  : Sispet Dikkie,S.HI

Bidang Logistik                : Syamsi Hasan
Bidang Transportasi         : Dedi Hanafi
Koord. RFL                      : Dicky Valentino
Koord. Assesment           : Romadi
Koord. Relief Distribusi    : Bobby Putra Osra
Koord. Dapur Umum       : Yudarmaini
Koord. Yankes                : Rahimatul Rahmajunis
Koord Watsan                 : Dahli Sardi
Koord PSP                      : Doni Saputra

Tim Posko ini mulai bergerak secara resmi pada tanggal 12 Oktober 2009, dengan program yang sesuai dengan masing-masing bidang. Kegiatan ini dilakukan sebagai lanjutan dari operasioanal yang telah dilakukan oleh PMI daerah Sumatera Barat yang pada awalnya melibatkan seluruh PMI Cabang yang ada. Sejak tanggal 30 September 2009 pukul 18.00 WIB seluruh relawan baik dari Cabang Padang maupun Cabang Pariaman telah bergerak di masing-masing lokasi daerahnya.

Evakuasi telah dilakukan pada beberapa titik lokasi reruntuhan bangunan di seputaran Kota Padang, satu jam setelah gempa meluluh lantakkan Kota Padang dan daerah lainnya di Sumbar. Lokasi Adira, Gama, dan Ambacang menjadi lokasi awal pengerahan tim evakuasi pada malam setelah gempa. Selain evakuasi, beberapa orang relawan PMI Kota Padang mulai beraktifitas mendirikan tenda dan mengelola bantuan yang akan di salurkan bagi korban.

Kegiatan Tim Posko ini akan terus beroperasional selama jangka waktu yang belum ditentukan, dikarenakan proses rehabilitasi dan recovery untuk kawasan Padang akan memakan waktu yang cukup lama.

Diharapkan bagi masyarakat dan seluruh instansi terkait untuk dapat bekerjasama dan berangkulan tangan demi mengembalikan kejayaan ranah minang.

Ribuan Bantuan Kembali Didistribusikan untuk Korban Gempa Bagikan

Masa tanggap darurat bencana gempa Sumatera Barat, masih berjalan. Secara simultan, Palang Merah Indonesia (PMI) masih distribusikan ribuan barang bantuan bagi masyarakat yang menjadi korban bencana.


Hingga Senin siang (26/10), tidak kurang dari 5.996 bantuan didistribusikan kepada 1.130 kepala keluarga (KK) di beberapa daerah di Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Agam.


Barang bantuan yang didistribusikan adalah tenda, terpal, perlengkapan kebersihan (hygiene kit), perlengkapan perkakas rumah, kelambu, selimut, dan jerigen yang mayoritas diperuntukkan bagi korban bencana yang kondisi rumahnya rusak berat dan sedang. Selain paket bantuan non food tersebut, PMI juga memberikan bantuan makanan, di antaranya mie instant, susu, makanan kaleng, dan air mineral.


“Saat ini kami terus menggalakkan proses distribusi bantuan. Target kami sejauh ini, barang bantuan harus sudah didistribusikan semua kepada masyarakat dalam waktu 2 bulan pascagempa. Disamping itu program pemulihan juga tetap berjalan,” kata Kepala Markas PMI Daerah Sumatera Barat, Hidayatul Irwan.


Lebih rinci, disebutkan bahwa paket bantuan yang didistribusikan di tiga kelurahan di Kota Padang untuk 112 KK di Kelurahan Bunga Pasang, Kecamatan Koto Tengah dan 149 KK di Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara. Untuk Pesisir Selatan, bantuan didistribusikan kepada 141 KK di Kampung Siguntur Tuo dan 486 KK di Kampung Jirek dan Kampung Koto, di Kecamatan Koto Sebelas Terusan. Terakhir, di Kabupaten Agam bantuan diserahkan kepada 242 KK di Jorong Hulu Banda, Nagari Malalak Barat, Kecamatan Malalak.


“Barang-barang bantuan kami ambil dari gudang kami di daerah Kayu Manis di Kota Padang. Kami juga menurunkan 71 relawan dari PMI cabang setempat dan 15 kendaraan truk untuk mendukung proses distribusi ini,” kata Hidayatul Irwan.*






(Dok. Foto oleh Rio Augusta, Staf IFRC)

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Aswi Reksaningtyas, Kepala Divisi Komunikasi Markas Pusat PMI, Tlp. 021-7992325 ext. 201, Hp. 087882962348, Hidayatul Irwan, Kepala Markas PMI Daerah Sumatera Barat, Tlp. 0751-28718, Ext. 801. Email: pmi@pmi.or.id

Fogging Untuk Lima Wilayah Endemik DBD di Kota Padang


Dalam rangka pemberantasan penyebarluasan penyakit Demam berdarah Dengue (DBD) Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan pengasapan (fogging) dibeberapa lokasi yang telah direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan Kota Padang. Pengasapan ini akan berjalan selama dua minggu mulai Selasa (27/10). Ada lima wilayah di tiga kecamatan yang menjadi targetnya.

Lebih rinci tercatat, lima wilayah endemik tersebut adalah Kelurahan Belimbing dan Sungai Sari di Kecamatan Kuranji, Kelurahan Sungai Gadang di Kecamatan Nanggalo, serta Kelurahan Air Tawar Barat dan Air Tawar Timur di Kecamatan Air Tawar, dengan jumlah keseluruhan warga 2952 Kepala Keluarga.

Lokasi pertama menuju pada Markas PMI Daerah Sumatera Barat dan Tenda Relawan PMI Jl. Sisingamangaraja, dan Kelurahan Belimbing. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, Komplek Belimbing menjadi prioritas dalam pengasapan ini karena tercatat telah ada 64 Kasus DBD didalam komplek dan 70 kasus di luar komplek dengan jumlah kepala keluarga 96 KK.

“Padang merupakan wilayah endemik Demam Berdarah baik sebelum maupun sesudah gempa. Oleh karena itu PMI membantu pemerintah untuk memberantas penyebarluasannya,” ungkap Fajar Sumirat selaku Koordinator BidangWatsan (Water and Sanitation) di Posko PMI Daerah Sumatera Barat (27/10).

Pengasapan merupakan salah satu cara pembasmian nyamuk aedes aegypti yang diharapkan mampu meminimalisir penyakit DBD. Secara simultan, kegiatan pengasapan bisa dilakukan minimal dua kali penyemprotan di satu wilayah target dengan jangka waktu tujuh hari sebelum jentik nyamuk menjjadi nyamuk dewasa.

Selain kegiatan pengasapan pada empat hari menjelang pemulihan dini di Sumatera Barat, tim Watsan (Water and Sanitation) PMI juga melakukan sosialisasi tentang pentingnya kebersihan lingkungan kepada masyarakat di lokasi yang sama.*

PMI Distribusi Bantuan Kebutuhan Tempat Tinggal

Pasca bencana gempa di Sumatera Barat, Palang Merah Indonesia (PMI) melanjutkan pendistribusian bantuan darurat bagi korban gempa. Pada Jumat (23/10), sebanyak 197 paket bantuan kebutuhan tempat tinggal diserahkan kepada 197 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Kurao Pagang Nagari Nanggalao, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat.
Koordinator Posko PMI Cabang Kota Padang Novitriardi menjelaskan, bantuan tersebut terbagi ke dalam dua bagian, yaitu 90 paket untuk warga yang kondisi rumahnya rusak berat dan 107 paket untuk warga dengan kondisi rumah rusak sedang.
Paket bantuannya berupa 1 buah tenda keluarga (family tent) dan 2 terpal yang dilengkapi dengan kebutuhan rumah tangga lainnya, yaitu 2 buah selimut, 2 kelambu, 2 jerigen, dan 1 set peralatan perkakas rumah.  
“Bantuan kali ini memang kami prioritaskan bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat dan rusak sedang dengan kondisi yang sudah tak bisa dihuni lagi. Paket yang kami distribusikan adalah tenda, terpal, dan peralatan untuk membangun rumah. Tapi untuk yang rumahnya rusak ringan, kami berikan barang bantuan lainnya,” kata Koordinator Posko PMI Cabang Kota Padang Novitriadi. 

PMI mengerahkan 15 relawan dari PMI Cabang Kota Padang untuk menyalurkan paket bantuan di halaman kantor Kelurahan Kurao Pagang Nagari Nanggalao. Agar proses distribusi berlangsung lancar, para relawan telah memberikan kupon bantuan kepada masyarakat pada Kamis malam (22/10).*

Pulihkan Gejala Trauma Anak-anak di Cubadak Air



Kegiatan bermain ini rutin dilakukan setiap hari usai pulang sekolah. Meski telah dijadwalkan pukul 4 sore setiap harinya, tapi anak-anak di sana bisa bermain setiap saat.
“Biasanya kita mulai bermain jam 4 sore setiap hari, tapi kalau anak-anak sudah siap, kami pun siap mendampingi mereka,” kata Eka, relawan PMI Cabang Bengkulu.

Kegiatan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Pascabencana gempa Sumatera Barat, PMI mengerahkan sejumlah relawannya, khusus untuk memberikan bantuan dukungan psikososial (psychosocial support program) bagi korban gempa yang mengalami trauma. Tujuannya adalah untuk membantu memulihkan gejala trauma pada anak-anak dengan mengajak mereka melakukan kegiatan belajar dan bermain yang biasa dilakukan sebelum terjadi gempa.

“Untuk menyembuhkan trauma memerlukan waktu cukup lama. Oleh karena itu, gejala trauma ini harus segera dipulihkan dengan mengajak mereka kembali ke kehidupan mereka sebelum gempa terjadi,” kata Koordinator Psychosocial Support Program (PSP) PMI, Irfan Perdana.
Hingga saat ini setidaknya masih terdapat 26 anak ditemukan dengan gejala trauma di sekitar posko PMI di Nagari Cubadak Air. Sebagian besar anak enggan berinteraksi dan bergaul dengan sesamanya. 
“Beberapa anak kami temukan dalam keadaan takut atau diam kalau diajak bicara. Dan ini bukan sekedar kendala komunikasi karena bahasa daerah yang mereka gunakan, tapi mereka takut berinteraksi,” jelas Irfan. 
Dengan bantuan relawan PMI, kini tidak kurang dari 20 anak setiap harinya mulai terbuka dengan dengan sesamanya dan para relawan. Sebagian besar anak malah sudah akrab dan mau diajak bermain puzzle, bola kaki, atau permainan lainnya.
David misalnya, bocah berusia 4 tahun ini tidak malu lagi dan sudah berani untuk datang ke posko PMI untuk bermain dengan ‘teman-teman barunya’.
“Awalnya David tidak mau bermain dengan teman-temannya. Tapi kini dia sudah mau datang ke posko dan ikut bermain kadang masih ditemani ibunya,” ujar Irfan. 
Untuk mendampingi anak-anak beraktivitas, PMI menurunkan 5 orang relawan Satgana (Satuan Penanggulangan Siaga Bencana) yang terlatih dalam memberikan bantuan psikologis kepada korban bencana. Rencananya para relawan ini akan tinggal di Nagari Cubadak Air untuk mendampingi para korban selama 3 bulan.
“Pendampingan ini tidak bisa sebentar, minimal 3 bulan. Dari situ baru kita bisa melihat apakah ada perubahan psikologi mereka,” kata Eka.* 
 

Empat Unit Tenda Untuk Relawan PMI dari Palang Merah Italia



Palang Merah Indonesia (PMI) menerima bantuan 4 unit tenda relawan dari Palang Merah Italia yang telah didirikan di Kota Padang dan Kota Pariaman selama masa operasi tanggap darurat bencana gempa di Sumatera Barat. Bantuan tenda relawan diberikan kepada PMI untuk menambah perlengkapan operasi tanggap darurat bencana di Indonesia.

Iyang D. Sukandar selaku Sekretaris Jenderal PMI menerima langsung bantuan tenda ini dari Country Representative Palang Merah Italia, Matteo Ciarli di Kantor PMI Daerah Sumatera Barat, pada Sabtu (24/10). Penyerahan bantuan ini ditandai dengan serah terima berupa kunci tenda yang disaksikan langsung oleh seluruh personil Palang Merah Italia dan sejumlah relawan PMI.    

Di tengah acara serah terima bantuan ini, Sekretaris Jenderal PMI Iyang D. Sukandar menyatakan rasa terima kasih serta penghargaan kepada pihak Palang Merah Italia yang telah ikut peduli pada bencana gempa yang menimpa salah satu wilayah di Indonesia ini. Ditambahkannya, tenda ini akan dipergunakan sebaik-baiknya untuk keperluan operasi tanggap darurat PMI.

“Kami sangat berterima kasih kepada Palang Merah Italia atas bantuannya yang sangat berharga ini. Tenda ini sangat berguna bagi kami. Tenda ini menambah aset operasi tanggap darurat kami dan akan dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” kata Iyang D. Sukandar.

Sementara itu Country Representative Palang Merah Italia, Matteo Ciarli, mengatakan tenda relawan ini memerlukan pemeliharaan yang serius.

“Karena itu kami telah melatih sebanyak 15 relawan PMI tentang bagaimana mendirikan tenda ini, merawatnya dengan baik, dan cara membongkarnya,” kata Matteo Ciarli.

Tenda berukuran 12 m x 8 m ini telah didirikan di halaman depan Posko PMI Daerah Sumatera Barat, Jalan Sisingamangaraja, Kota padang sejak 15 Oktober 2009 dan menjadi tempat tinggal para relawan yang bertugas selama masa operasi tanggap darurat bencana gempa Sumbar. Tenda yang dilengkapi fasilitas tempat tidur, listrik, lampu penerangan, peralatan kebersihan ini memiliki kamar mandi yang dibangun terpisah dari tenda. Nantinya, tenda ini juga dapat digunakan untuk operasi tanggap darurat PMI. 

Hingga saat ini sekitar 269 relawan PMI dari sejumlah daerah di Indonesia masih berada di Sumatera Barat untuk melakukan operasi tanggap darurat hingga Jumat mendatang (30/10). Selanjutnya operasi akan dilanjutkan dengan masa pemulihan awal dengan mengonsentrasikan kegiatan pada promosi kesehatan dan pembangunan rumah hunian sementara bagi para korban gempa di Sumatera Barat.*

 
@2009 Palang Merah Indonesia Cabang Kota Padang | created by : rifkadejavu.com